RADARCIREBON.TV – Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengakhiri masa kepemimpinannya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jabatan Menteri Keuangan selanjutnya diserahterimakan kepada Suahasil Nazara dalam agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 15 September 2026. Prosesi tersebut digelar sekitar pukul 10.30 WIB di Aula Gedung Djuanda 1 Kemenkeu. Selama menjabat, Purbaya dikenal dengan pendekatan kebijakan fiskal yang berorientasi pada pertumbuhan atau pro-growth.
8 Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa Selama di Kemenkeu
Sejumlah kebijakan yang ditempuh Purbaya menyasar likuiditas sektor riil, penerimaan negara, biaya dana perbankan, hingga strategi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Berikut sejumlah kebijakan yang menjadi bagian dari rekam jejak Purbaya selama memimpin Kemenkeu.
Pertama, memindahkan Rp200 triliun dana pemerintah ke bank BUMN. Salah satu kebijakan yang paling menonjol pada awal masa kepemimpinan Purbaya adalah pemindahan sekitar Rp200 triliun dana pemerintah yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank BUMN. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperbesar likuiditas perbankan. Dengan tambahan likuiditas, bank diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit ke sektor riil. Harapannya, peningkatan penyaluran kredit dapat mendorong konsumsi, investasi, sekaligus pertumbuhan ekonomi. Langkah tersebut kemudian menjadi salah satu ciri pendekatan fiskal Purbaya yang lebih agresif dalam mendorong pertumbuhan. Pada Agustus 2026, pemerintah juga memutuskan memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun tersebut hingga Juli 2027.
Baca Juga:Begini Cara Aman Melindungi Keluarga saat Udara Terpapar Partikel Berbahaya Abu VulkanikPersoalan Register 19 Memanas, DRL Tuntut Audit dan Percepatan Kemitraan Konservasi
Kedua, membidik pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen. Purbaya juga membawa target pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Ia tidak ingin hanya berpegang pada target resmi pertumbuhan ekonomi 2026 yang berada di kisaran 5,4 persen. Purbaya mendorong agar pertumbuhan ekonomi dapat bergerak mendekati 6 persen. Target ambisius ini menjadi salah satu ciri khas kepemimpinannya di Kemenkeu.
Dampak Kebijakan bagi Perekonomian Nasional
Kebijakan yang ditempuh Purbaya selama memimpin Kemenkeu diyakini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional. Pemindahan dana pemerintah ke bank BUMN, misalnya, diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit ke sektor riil semakin lancar. Dengan begitu, dunia usaha dapat bergerak lebih dinamis dan menciptakan lapangan kerja baru. Target pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen pun dinilai sebagai langkah berani untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.
