Kepala Desa Pangkalanpari di Majalengka, mengolah sampah sisa makanan program MBG menjadi pakan ikan dan maggot. Selain mengurangi sampah, program ini juga diharapkan kedepan mampu membantu ekonomi warga desa.
Kepala Desa Pangkalanpari, Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, Darum menginisiasi pengelolaan sampah yang inovatif. Limbah sisa makanan dari program MBG diolah menjadi pakan ikan dan budidaya maggot, sementara sampah anorganik dipilah untuk dijual kembali agar memiliki nilai ekonomi.
Menurut Darum, inovasi ini sudah berjalan hampir satu tahun. Ide tersebut muncul setelah ia melihat banyaknya limbah sayuran dan sisa makanan program MBG yang terbuang sia-sia sehingga ia mencoba mengolahnya secara mandiri dengan peralatan sederhana.
Baca Juga:Pemdes Sutawinangun Dituding Tak Transparan Dalam Kelola Anggaran – VideoParkir Liar Menjamur, Potensi PAD Dari Retribusi Bocor – Video
Dalam pelaksanaannya, limbah organik diolah dengan dua cara. Pertama dijadikan pelet ikan melalui proses pencucian, pengeringan dan penggilingan, sedangkan cara kedua dilakukan dengan budidaya maggot yang juga menghasilkan pupuk organik dari sisa limbah terurai.
Sementara, Darum berharap ada dukungan modal dan bantuan mesin pengolah sampah yang lebih modern. Ia ingin pengelolaan limbah ini berkembang lebih besar karena dinilai mampu mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa
