Tempat pembuangan sampah sementara di Desa Kapetakan Kabupaten Cirebon dikeluhkan nasyarakat karena menimbulkan bau menyengat dan dinilai mencemari lingkungan.
Kondisi tempat pembuangan sampah sementara TPS di Desa Kapetakan Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon dikeluhkan masyarakat. Tumpukan sampah yang menghampar menyebarkan bau busuk menyengat yang tercium hingga ke permukiman masyarakat.
Lokasi TPS yang berada di tepi jalan raya membuat banyak warga dari luar desa dengan bebas membuang sampah di TPS ini. Akibatnya, volume sampah terus bertambah dan sering kali meluber, terlebih pengangkutan oleh pemerintah desa dan Dinas Lingkungan Hidup jarang dilakukan.
Baca Juga:KNPI Bareng Bobotoh Apresiasi Polres Cirebon Kota atas Pengamanan Konvoi Juara PersibWisuda UGJ Cirebon Periode Ke-77 Mei 2026 Luluskan 704 Mahasiswa – Video
Sampah yang menumpuk dan sulit terkendali menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. Selama musim panas, bau menyengat dari tumpukan sampah disebut semakin terasa, sedangkan saat hujan turun sampah kerap berserakan dan ditakutkan mencemari saluran air di sekitar TPS.
Lokasi TPS yang berada di samping tempat pemakaman umum juga menjadi keluhan warga. Selain dinilai kurang layak, kondisi TPS yang rawan meluber dikhawatirkan mengganggu area pemakaman dan mencemari lingkungan sekitar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius, mulai dari penambahan frekuensi pengangkutan sampah hingga penataan ulang lokasi TPS agar tidak terus menimbulkan pencemaran lingkungan. Warga Desa Kapetakan mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon segera mencarikan solusi agar TPS tidak lagi menjadi sumber pencemaran dan gangguan kesehatan bagi masyarakat.
Selain meminta pengangkutan sampah dilakukan secara rutin, warga juga mendorong adanya pengawasan agar masyarakat luar desa tidak lagi membuang sampah sembarangan di TPS Desa Kapetakan.