Prof Rokhmin Kawal Kayu Cirebon Tembus Pasar Global Lewat SVLK – Video

Prof Rokhmin Kawal Kayu Cirebon Tembus Pasar Global Lewat SVLK
0 Komentar

Menjadi anggota DPR RI yang bermakna. Itulah komitmen Prof Rokhmin Dahuri saat membedah anjloknya kontribusi sektor kehutanan nasional, yang dulu 7 persen, kini tinggal 0,7 persen. Padahal Indonesia miliki hutan terluas ketiga di dunia.

Siapa yang tak kenal Profesor Rokhmin Dahuri. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Guru Besar IPB, yang dijuluki Bapak Kelautan Indonesia. Kini, sebagai anggota Komisi IV DPR RI, ia membuktikan diri bukan sekadar anggota dewan yang duduk di Senayan, tapi anggota DPR RI yang bermakna, yang turun langsung, memecahkan masalah rakyat di lapangan. Kali ini, sasarannya adalah sektor kehutanan di Cirebon.

Prof Rokhmin menyoroti ironi sektor kehutanan. Indonesia memiliki hutan terluas ketiga di dunia, tapi kontribusinya ke kekayaan negara terjun bebas, dari 7 persen di era Presiden Soeharto, kini hanya 0,7 persen. Menurutnya, kehutanan adalah sumber daya terbarukan, yang tak akan habis jika dikelola dengan tebang pilih dan tanam kembali. Masalahnya ada di hilir. Cirebon sebagai basis industri kayu terbesar, terjegal akses pasar internasional.

Baca Juga:Prof Rokhmin Temukan Kunci Sukses di Desa Belawa – VideoDituding Nikmati Uang Rampokan, Warga Cirebon Laporkan Perempuan Asal Surabaya – Video

Fakta di lapangan memang miris. Cirebon dikenal sebagai salah satu sentra mebel dan pengolahan kayu terbesar di Jawa Barat, bahkan Indonesia. Kualitasnya mendunia, ukirannya halus, kayu jatinya kokoh. Namun, di balik kualitas mendunia itu, ratusan pengrajin dan pengusaha kecil menengah menjerit, produk mereka mentok di pasar lokal, tak mampu menembus pasar Eropa, Amerika, dan Jepang. Biang keladinya satu, terjegal legalitas. Pasar dunia kini sangat ketat, menerapkan regulasi EUDR, dibaca: I-YU-DI-AR, dan FLEGT, dibaca: FLEK-TI, yang mewajibkan setiap kayu harus terbukti legal, lestari, dan tertelusur asal-usulnya. Tanpa itu, sebagus apapun mebel Cirebon, pasti ditolak di pelabuhan Eropa.

Menjawab kebuntuan itulah, Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah VII menggelar bimtek SVLK bagi pelaku usaha kayu di Cirebon, Jumat, 30 Oktober 2026. Bimtek strategis ini digelar bersama Profesor Rokhmin Dahuri yang hadir langsung memberi arahan kepada ratusan pengusaha kayu. Turut hadir jajaran pejabat kehutanan lengkap, dari BPHL Wilayah VII, Dinas Kehutanan Jabar, hingga Kementerian Kehutanan.

0 Komentar