Keberadaan angkutan kota di Kota Cirebon kian mengkhawatirkan, dari sepuluh trayek yang masih tercatat, sejumlah jalur dilaporkan sudah minim armada bahkan ada yang tidak lagi beroperasi. Kondisi ini mendorong Dinas Perhubungan Kota Cirebon melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem trayek angkutan kota.
Keberadaan angkutan kota (angkot) di Kota Cirebon saat ini sangat mengkhawatirkan. Dinas Perhubungan Kota Cirebon mengungkapkan hasil monitoring dan evaluasi angkutan kota pada tahun 2026, dan menunjukkan penurunan aktivitas pada sejumlah trayek.
Berdasarkan hasil dari monitoring, dari total sepuluh trayek yang ada, yakni D1 hingga D10, beberapa trayek seperti D7, D8, D9, dan D10, saat ini teridentifikasi mengalami penurunan jumlah armada secara signifikan. Temuan tersebut telah dilaporkan kepada Pemprov Jabar sebagai bahan kajian penataan ulang transportasi publik di Kota Cirebon.
Baca Juga:TPA Kubangdeleg Tampung Lebih Dari 100 Ton Sampah Setiap Hari – VideoSampah TPS Di Tepi Pantura Arjawinangun Menggunung – Video
Dishub menilai, kondisi ini perlu segera ditindaklanjuti melalui evaluasi trayek, termasuk kemungkinan pengurangan, penyesuaian jalur, hingga pembentukan trayek baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan kota, disebut menjadi salah satu faktor utama. Kehadiran layanan transportasi berbasis online dinilai telah mengubah pola mobilitas warga sehingga permintaan terhadap angkutan kota terus berkurang.
Meski demikian, pemerintah tetap berkewajiban menyediakan layanan transportasi publik bagi masyarakat. Karena itu, pembenahan armada dan penyempurnaan trayek menjadi langkah yang akan terus dikaji agar angkutan umum tetap dapat beroperasi dan memenuhi kebutuhan warga.